Dolar AS melemah kembali setelah meredanya geopolitik namun meningkatnya ketegangan ekonomi AS-Tiongkok dan ketidakpastian tentang perkembangan politik di Jepang menggerogoti kepercayaan pasar dan menekan kembali Dolar AS. Investor kembali kepada kenyaataan untuk mengamati pergolakan politik yang sedang berlangsung di Eropa dan Jepang dibandingkan dengan penutupan pemerintah federal yang berkepanjangan di Washington. Perhatian di Eropa, yang sebelumnya terfokus pada usulan tarif Uni Eropa untuk impor baja pada sidang sebelumnya, kini beralih kembali ke krisis politik yang sedang berlangsung di Prancis. Para pedagang kini mencermati penutupan pemerintah AS yang telah berlangsung lebih dari seminggu, yang secara krusial menyebabkan keterlambatan rilis indikatorindikator ekonomi utama yang kemungkinan akan memengaruhi arah suku bunga Federal Reserve selama sisa tahun 2025.
Bagikan Berita