Dolar AS menguat ke level tertinggi empat bulan karena perpecahan di Federal Reserve menimbulkan keraguan tentang prospek penurunan suku bunga lagi tahun ini, sementara langkah penghindaran risiko membuat investor mencari mata uang AS sebagai aset aman. Para pejabat Fed telah memberikan pandangan yang berbeda-beda tentang kondisi ekonomi dan risiko yang dihadapinyakarena data ekonomi ditangguhkan akibat penutupan pemerintah AS. Namun, beberapa investor tetap skeptis bahwa penguatan Dolar AS baru-baru ini menandai pembalikan berkelanjutan dalam prospek jangka panjang mata uang tersebut. Disisi lain, Penutupan pemerintah AS pada hari Selasa memasuki hari ke35, menyamai rekor yang dibuat selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump untuk yang terlama dalam sejarah, karena Partai Republik dan Demokrat di Kongres terus saling menyalahkan atas kebuntuan ini. Jumlah korban terus bertambah setiap harinya. Bantuan pangan untuk masyarakat miskin dihentikan untuk pertama kalinya, para pekerja federal dari bandara hingga penegak hukum dan militer tidak dibayar, dan perekonomian berjalan tanpa arah dengan pelaporan pemerintah yang terbatas. Lebih dari 3,2 juta penumpang pesawat AS telah mengalami penundaan atau pembatalan sejak penutupan dimulai, ungkap sebuah grup maskapai pada hari Senin.
Bagikan Berita