Dolar AS melemah l di perdagangan Asia pada hari Kamis setelah karena ketidakpastian seputar penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan turut menopang sentimen. Penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan, yang kini menjadi yang terpanjang dalam catatan, telah menambah ketidakpastian di pasar keuangan. Penghentian sementara beberapa rilis data ekonomi resmi telah membuat investor lebih bergantung pada indikator sektor swasta, sehingga mempersulit untuk mengukur kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Pada saat yang sama, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang masih tangguh. Data ketenagakerjaan ADP menunjukkan penggajian swasta naik sebesar 42.000 pada bulan Oktober, hampir dua kali lipat ekspektasi pasar. Data yang lebih kuat mengurangi spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan Desember. Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama biasanya membebani emas, yang tidak menawarkan imbal hasil. Menambah kehati-hatian investor, Mahkamah Agung AS memulai sidang minggu ini tentang legalitas tarif yang diberlakukan di bawah Presiden Donald Trump. Kasus ini dapat memiliki implikasi luas bagi kebijakan perdagangan, dan pasar mencermati potensi dampak jangka panjang terhadap inflasi dan rantai pasokan. Meskipun ketegangan perdagangan baru-baru ini mereda, ketidakpastian geopolitik yang signifikan masih ada, mendorong permintaan untuk aset safe haven.
Bagikan Berita