Dolar AS menguat tajam pada Jumat sore setelah laporan PMI Jasa S&P Global menguat menjadi 55 diatas prakiraan 54.8, namun PMI Manufaktur S&P Global melemah 51.9 dari prakiraan 52. Dolar AS kembali melemah pada Senin pagi karena meningkatnya ekspektasi pemotongan bunga pada Desember. Pasar keuangan memperkirakan peningkatan kemungkinan pemangkasan suku bunga ketiga dan terakhir tahun ini oleh The Fed. Memperkirakan peluangnya sebesar 73,3%, peningkatan signifikan dari 39,1% pada hari Kamis. The Fed, yang kehilangan data ekonomi resmi AS selama penutupan pemerintah yang baru saja berakhir, akhirnya mendapatkan gambaran baru tentang pasar tenaga kerja pada hari Kamis, yang menunjukkan tingkat pengangguran yang secara tak terduga meningkat. Pesan dari para pembuat kebijakan moneter beragam. Presiden The Fed New York, John Williams, mengatakan The Fed masih dapat memangkas suku bunga dalam waktu dekat, sementara Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, meminta agar suku bunga tetap ditahan sementara bank sentral menilai dampak suku bunga saat ini terhadap perekonomian. Dolar AS masih menguat karena Williams dianggap sebagai salah satu yang condong ke arah hawkish, sehingga pasar dapat menganggapnya mewakili seseorang yang melangkahi batas menuju sudut pandang dovish. Dolar AS tampak akan mencatatkan penguatan mingguan, tetapi melemah terhadap Yen, karena pejabat Jepang meningkatkan intervensi verbal mereka untuk membendung pelemahan Yen.
Bagikan Berita