Dolar AS kembali melemah ditengah Saham global yang menguat sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah data ekonomi yang lemah memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Data menunjukkan bahwa lapangan kerja swasta AS menurun sebesar 32.000 bulan lalu dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan 10.000 lapangan kerja. Yield obligasi acuan AS bertenor 10 tahun turun 2,9 basis poin menjadi 4,059%. Yield obligasi bertenor 2 tahun, yang biasanya bergerak sesuai dengan ekspektasi The Fed, turun 3 basis poin menjadi 3,489%. Pasar memperkirakan probabilitas 89% penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya, menurut perangkat FedWatch CME. Presiden Donald Trump mengatakan ia akan mengumumkan calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pada awal 2026. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, muncul sebagai kandidat terdepan. Di pasar valuta asing, Euro mencapai level tertinggi dalam enam minggu terhadap Dolar, didorong oleh data yang menunjukkan ekspansi aktivitas bisnis zona Euro. Mata uang tunggal tersebut terakhir menguat 0,39% di $1,1668. Terhadap Yen Jepang, Dolar melemah 0,4% menjadi 155,23.
Bagikan Berita