Dolar AS menguat pada hari Selasa malam setelah rilis data pasar tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan menggarisbawahi pasar tenaga kerja yang masih tangguh menjelang pemangkasan suku bunga yang diantisipasi oleh Federal Reserve menjadi 3.75% pada Kamis dini hari jam 02:00 WIB, dengan para pembuat kebijakan kemungkinan akan menekankan risiko inflasi yang dapat menghambat langkah pelonggaran lebih lanjut. Pasar juga bersiap untuk beberapa keputusan bank sentral lainnya sebelum akhir pekan. Pada hari Selasa, Bank Sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan dan mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut, yang mendorong Dolar Australia menguat. Di sisi lain, Dolar AS memperpanjang penguatannya setelah data menunjukkan lowongan kerja AS sedikit meningkat pada bulan Oktober, sementara perekrutan tetap rendah. Lowongan kerja, ukuran permintaan tenaga kerja, naik 12.000 menjadi 7,670 juta pada hari terakhir Oktober, menurut laporan Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja, atau JOLTS, pada hari Selasa. Dolar menguat setelah laporan tersebut, mencapai level tertinggi dua minggu terhadap Yen di dekat 157 Yen dan terakhir menguat 0,6% menjadi 156,845 Yen. Dolar juga menguat terhadap Euro, yang melemah 0,1% menjadi $1,1629.
Bagikan Berita