Dolar AS kembali melemah setelah meningkatnya tensi politik, Dengan independensi Fed yang menjadi sasaran, akankah Mahkamah Agung kembali mendukung Trump dalam memecat Lisa Cook melalui sidang gugatan pada 21 Januari 2026. Politik AS kembali menghangat disaat Donald Trump menyerang 3 calon presiden Demokrat 2028 dengan kritik pedas. Trump mengejek Newsom sebagai "Newscum" di media sosial, menyebut Pritzker "gila" dan "orang gemuk yang malas" dan menuduh Moore gagal mengendalikan kejahatan. Agenda kebijakan agresif Presiden Donald Trump tidak hanya membentuk kembali ekonomi dan penegakan imigrasi. Disisi lain, Investor cemas seiring Melemahnya Dolar AS ditengah melemahnya ekonomi global akbat kenaikan harga harga akibat tarif Trump. Saat ini Ekonomi China stagnan pada bulan November seiring meningkatnya seruan untuk reformasi. Pertumbuhan China diperkirakan akan tetap lemah pada tahun 2026. Menurunnya Produksi pabrik di Tiongkok, serta penjualan ritel tumbuh pada laju terlemah dalam lebih dari setahun akibat permintaan domestik yang lemah. Dengan subsidi tukar tambah konsumen Beijing yang memudar, krisis properti yang berkepanjangan membebani pengeluaran rumah tangga dan investasi industri berisiko deflasi lebih lanjut, para pejabat telah mengandalkan ekspor untuk mendukung pertumbuhan.
Bagikan Berita