Dolar AS kembali menguat setelah memasuki tahun 2026 namun pada akhir tahun 2025 adalah penurunan tahunan paling tajam dalam delapan tahun terakhir karena investor mengantisipasi penurunan lebih lanjut jika ketua Federal Reserve berikutnya menerapkan lebih banyak pemotongan suku bunga. Dolar AS awalnya jatuh setelah tarif "Hari Pembebasan" Donald Trump pada bulan April dan terus menghadapi tekanan karena presiden berkampanye untuk menunjuk seorang pejabat yang propelonggaran kebijakan moneter sebagai ketua Fed berikutnya. Diawal minggu tahun 2026 beberapa tekanan geopolitik kembali menghangat. Negara-negara NATO siaga tinggi di Laut Baltik karena sabotase Rusia. Polisi Finlandia pada hari Rabu menyita sebuah kapal yang berlayar dari Rusia karena dicurigai melakukan sabotase kabel telekomunikasi bawah laut yang membentang dari Helsinki ke Estonia melintasi Teluk Finlandia, sebuah wilayah yang dilanda serangkaian insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir. Kapal kargo "Fitburg" yang disita sedang dalam perjalanan dari pelabuhan St. Petersburg di Rusia ke Israel pada saat kejadian, demikian disampaikan otoritas Penjaga Perbatasan Finlandia dalam konferensi pers di Helsinki. Kekhawatiran meningkat di Eropa atas apa yang dilihat para pejabat sebagai peningkatan ancaman hibrida dari Rusia sejak melancarkan perang di Ukraina, yang dibantah Moskow. Awal bulan ini, komandan militer tertinggi NATO mengatakan aliansi tersebut harus siap untuk menanggapi jenis ancaman ini untuk mempertahankan wilayahnya. Ancaman hibrida mengacu pada taktik militer dan non-militer yang dirancang untuk melemahkan keamanan musuh.
Bagikan Berita