Dolar AS kembali melemah -0.36% pada Senin sore setelah data NFP yang lemah pada Jumat sore dan Trump mengancam Powel dengan pidana karena menggunakan anggaran Renovasi sebesar $2.5 Milyar yang mahal hanya untuk menaruh pengaruh terhadap Bank Central AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang independensi Fed dari pengaruh politik ke tingkat yang baru dan menambah hirukpikuk awal tahun 2026, yang telah menyaksikan AS menangkap Nicolas Maduro dari Venezuela dan meningkatkan pembicaraan tentang pengambilalihan kendali Greenland. Disisi lain meningkatnya tensi geopolitik antara AS-Iran. Para pengunjuk rasa berkumpul di tengah kerusuhan anti-pemerintah yang berkembang di Mashhad, Provinsi Razavi Khorasan, yang mengakibatkan Jumlah korban tewas meningkat menjadi lebih dari 500 orang di Iran. Trump mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk aksi militer terhadap Iran dan Iran mengatakan siap berperang jika Amerika menyerang tetapi juga siap untuk berdialog. Protes massal menimbulkan tantangan besar bagi pemerintahan ulama. Trump telah memperingatkan para pemimpin Iran bahwa Amerika Serikat akan menyerang jika pasukan keamanan menembak para demonstran. Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, HRANA, mengatakan telah memverifikasi kematian 490 demonstran dan 48 personel keamanan, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap. Trump dijadwalkan bertemu dengan penasihat senior pada hari Selasa untuk membahas opsi bagi Iran, kata seorang pejabat AS kepada Reuters pada hari Minggu. Bahwa opsi-opsi yang ada termasuk serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan daring kepada sumber-sumber antipemerintah. Namun Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan Washington agar tidak melakukan "kesalahan perhitungan" terhadap Iran.
Bagikan Berita