News Photo

Panen Afternoon Bulletin Prime, Rabu 14 Januari 2026

Dolar AS masih stabil dan diperkirakan 98% Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya yang berakhir pada 28 Januari. Dolar bertahan di dekat level tertinggi satu bulan setelah Data CPI AS yang secara umum sesuai dengan perkiraan, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga pada akhir bulan ini meskipun ada tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Gedung Putih untuk menurunkan suku bunga. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengajukan dakwaan pidana terhadap Ketua Fed Jerome Powell,  dimana independensi Fed adalah hal yang sakral dan tidak boleh diganggu. Hal ini berisiko menimbulkan konsekuensi buruk berupa inflasi yang lebih tinggi, biaya pendanaan yang lebih tinggi bagi pemerintah, dan volatilitas yang lebih besar dalam aktivitas ekonomi. Disisi lain Yen melemah hingga 0,2% menjadi 159,45 Yen per Dolar, level terlemahnya terhadap Dolar AS sejak Juli 2024, karena investor mempertimbangkan kemungkinan pemilihan umum mendadak yang dapat membuka jalan bagi stimulus fiskal sementara lelang utang pemerintah mendapat respons pasar yang hati-hati. Investor menuntut imbal hasil yang lebih tinggi dan menghindari penambahan posisi secara agresif. Ketegangan geopolitik di seluruh dunia menekan Dolar AS dan mengangkat harga emas ke puncak rekor dan mendorong harga minyak lebih tinggi karena Presiden AS Donald Trump mendesak warga Iran untuk terus berdemonstrasi, dengan mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan. Iran pada gilirannya menuduh Trump mendorong destabilisasi politik dan menghasut kekerasan. Peringatan eksplisit Trump bahwa pembunuhan demonstran dapat memicu intervensi Amerika terhadap Iran karena saat ini Sekitar 2.000 orang tewas dalam protes tersebut.

Baca selengkapnya...


Bagikan Berita

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan untuk bisnis Anda