Dolar AS stabil pada hari Rabu menjelang data inflasi penting lainnya, sementara Yen Jepang merosot ke level terendah dalam satu setengah tahun. Mata uang AS sempat melemah pada hari Selasa setelah harga konsumen dipandang berpotensi memberi Federal Reserve lebih banyak ruang untuk memangkas suku bunga, karena CPI inti naik 0,2% pada bulan Desember untuk peningkatan 2,6% tahun-ketahun, sedikit di bawah ekspektasi. Namun, pergerakan harga kemarin justru memperkuat bias positif jangka pendek terhadap Dolar: meskipun angka CPI lemah, penetapan harga Fed hampir tidak bergerak, dan dolar dengan cepat menguat kembali. Ada lebih banyak data inflasi yang perlu dicerna pada hari Rabu, berupa harga produsen untuk bulan Oktober, serta penjualan ritel untuk bulan November. Dolar juga mendapat dorongan setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menerima dukungan terkoordinasi dari para pejabat bank sentral global setelah pemerintahan Trump mengancam akan mengajukan tuntutan pidana atas kesaksiannya tentang pekerjaan renovasi di kantor pusat bank sentral, yang menimbulkan kekhawatiran seputar independensi Fed. Pasar masih melihat peluang yang cukup besar bahwa Dolar pada akhirnya akan muncul lebih kuat dari episode ini, karena Powell dapat dipandang sebagai sosok yang lebih tegas dalam upaya untuk memperkuat independensi Fed. Para pedagang juga mengamati keputusan Mahkamah Agung tentang legalitas kebijakan tarif Trump, yang dapat terjadi paling cepat pada sesi ini.
Bagikan Berita