News Photo

Panen Morning Bulletin Prime, Senin 19 Januari 2026

Dolar AS stabil dan menguat pada Jumat dan Senin pagi karena data pasar tenaga kerja AS yang kuat meredam ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve yang akan segera terjadi, sementara meredanya ketegangan geopolitik seputar Iran mengurangi permintaan aset safe-haven. Para pedagang menilai prospek Fed setelah data AS yang kuat menyebabkan Sentimen investor bergeser setelah data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim pengangguran awal AS turun lebih dari yang diperkirakan minggu lalu, menggarisbawahi ketahanan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Namun Pasar global menghadapi volatilitas setelah Presiden Donald Trump berjanji akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa sampai AS diizinkan untuk membeli Greenland, berita yang mendorong Euro ke level terendah tujuh minggu pada perdagangan Minggu malam. Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif impor tambahan 10% mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, yang akan naik menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Negara-negara besar Uni Eropa mengecam ancaman tarif atas Greenland sebagai pemerasan pada hari Minggu. Prancis mengusulkan untuk menanggapi dengan berbagai tindakan balasan ekonomi yang belum pernah diuji sebelumnya. Pasar AS tutup pada hari Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr., yang berarti reaksi yang tertunda di Wall Street dan pasar keuangan lainnya.

Baca selengkapnya...


Bagikan Berita

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan untuk bisnis Anda