Dolar AS kembali melemah dan terus melemah sampai Senin sore ditengah pemberian sanksi lebih lanjut yang menargetkan Iran telah memperkuat kecemasan pasar. Meningkatnya krisis kepercayaan pada pemerintahan AS dan aset AS, yang dipicu oleh beberapa pengambilan keputusan yang tidak menentu dari pemerintahan Trump minggu lalu terus menekan Dolar AS. Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menarik kembali ancamannya untuk mengenakan tarif pada sekutu Eropa sebagai alat tawarmenawar untuk merebut Greenland pada hari Rabu. Pada akhir pekan, ia mengatakan akan mengenakan tarif 100% pada Kanada jika negara itu menindaklanjuti kesepakatan perdagangan dengan China. Ia juga mengancam akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan sampanye Prancis dalam upaya nyata untuk menekan Presiden Prancis Emmanuel Macron agar bergabung dengan inisiatif Dewan Perdamaiannya. Beberapa pengamat khawatir dewan tersebut dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai platform global utama untuk penyelesaian konflik, meskipun Trump telah mengatakan akan bekerja sama dengan PBB. Harga emas melonjak ke level $5.100 per ons, didorong oleh aliran dana aman di tengah pelemahan dolar setelah pekan yang penuh gejolak di mana ketegangan atas Greenland dan Iran mengguncang investor, sementara pasar tetap waspada setelah lonjakan tajam pada Yen. Yen naik lebih dari 1% menjadi 153,80 per Dolar, setelah lonjakan tajam pada hari Jumat memicu spekulasi tentang potensi intervensi. Fokus investor minggu ini tertuju pada The Fed. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil di 3.75%.
Bagikan Berita