Dolar AS kembali melemah ditengah memanasnya kembali blok perdagangan dimana Presiden AS Donald Trump mengatakan berbahaya bagi Inggris untuk berbisnis dengan Beijing, sementara Perdana Menteri Keir Starmer memuji manfaat ekonomi dari pengaturan ulang hubungan dengan China selama kunjungan ke sana pada hari Jumat. Saat para pemimpin Barat terguncang oleh ketidakpastian Trump, Starmer adalah yang pertama yang menuju ke China. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara selama Forum Bisnis Inggris-Tiongkok di markas besar Bank of China (BOC) di Beijing, Tiongkok, 30 Januari 2026. Sebelumnya investor meyakini suku bunga dapat bertahan sampai beberapa bulan kedepan karena ekonomi AS masih kokoh namun sentimen independensi FED kembali memenas setelah Presiden AS Donald Trump sedang bersiap untuk menominasikan mantan gubernur Federal Reserve Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell sebagai kepala bank sentral. Laporan tersebut muncul tak lama setelah Trump mengatakan kepada wartawan di sebuah acara di Washington bahwa ia akan mengumumkan nominasi pengganti Powell pada Jumat pagi. Laporan dari Bloomberg, Wall Street Journal, dan Financial Times menunjukkan Trump sedang bersiap untuk menominasikan Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya. Laporan tersebut menunjukkan Warsh mengungguli penasihat Gedung Putih terkemuka Kevin Hassett untuk peran tersebut. Komentar Trump pada hari Jumat juga menunjukkan bahwa Warsh akan menjadi pilihannya, mengingat mantan gubernur Fed tersebut kalah dari Powell untuk posisi puncak Fed pada tahun 2017, selama masa jabatan presiden pertama Trump. Sejak saat itu, Warsh telah bertahun-tahun secara terbuka mengkritik Fed. Ia terlihat selaras dengan pandangan Trump selama setahun terakhir bahwa bank sentral harus memangkas suku bunga secara agresif. Pasar masih mengharapkan dua pemotongan suku bunga pada tahun 2026.
Bagikan Berita