Dolar AS kembali melemah karena investor mengurangi posisi safe-haven di tengah meningkatnya harapan bahwa konflik Timur Tengah mungkin akan berlangsung lebih singkat dari yang dikhawatirkan sebelumnya. Sentimen yang membaik didukung oleh laporan New York Times pada hari Rabu yang menyatakan bahwa Kementerian Intelijen Iran telah memberi sinyal kepada Badan Intelijen Pusat AS (CIA) tentang kesediaan untuk menjajaki pembicaraan guna mengakhiri perang, mengutip para pejabat yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut. Laporan tersebut meningkatkan selera risiko dan menekan Dolar. Konflik di Iran tentu belum berakhir dan ada banyak hal yang di tunggu dalam hal informasi. Pada perdagangan sore hari, euro sedikit naik 0,2% menjadi $1,1632, setelah mencapai level terlemahnya sejak akhir November pada hari Selasa. Hal ini menyusul data yang dirilis pada hari Selasa yang menunjukkan inflasi zona Euro meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Februari, sebelum dimulainya konflik Iran. Terhadap Yen, Dolar turun 0,4% menjadi 157,02 Yen. Pada hari Selasa, Dolar AS telah naik ke level tertingginya sejak 23 Januari, ketika Federal Reserve New York dilaporkan melakukan pengecekan suku bunga pada pasangan Dolar/Yen.
Bagikan Berita