Dolar AS stabil pada hari Jumat namun dalam tekanan dan siap mencatat kenaikan mingguan paling tajam dalam lebih dari setahun karena konflik yang meningkat di Timur Tengah mendorong permintaan aset aman. Fokus malam ini pada rilis data Nonfarm Payroll (NFP) (Feb) pada jam 20:30 WIB yang diperkirakan memburuk turun menjadi 59ribu dari sebelumnya 130rb. Disisi Geopolitik dimana Perang semakin intensif pada hari Kamis, dengan jet AS dan Israel menyerang berbagai wilayah di Iran, dan kotakota di Teluk kembali dibombardir. Euro dan yen tetap melemah karena krisis mendorong harga minyak semakin tinggi, memicu risiko inflasi di negara-negara yang bergantung pada impor energi dan mengacaukan ekspektasi kebijakan Federal Reserve dan bank sentral lainnya. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia ingin terlibat dalam memilih kepala negara Iran berikutnya setelah serangan udara AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei di awal perang. Jika konflik Timur Tengah berlanjut pada intensitas saat ini, kemungkinan akan membawa inflasi yang lebih tinggi secara berkelanjutan, Dolar AS yang lebih kuat, dan peluang penurunan suku bunga Fed yang jauh lebih kecil. Euro sedikit berubah di $1,161 dan diperkirakan akan turun 1,7% minggu ini. Yen turun 0,2% menjadi 157,83 per Dolar. Poundsterling naik tipis 0,02% menjadi 1,3358.
Bagikan Berita