Dolar AS stabil meskipun dalam tekanan ditengah tensi geopolitik yang semakin memanas dan perang yang memburuk dengan cepat di Timur Tengah membebani sentimen investor. Serangan Iran menghantam negara-negara Teluk, memengaruhi pangkalan militer AS dan Uni Emirat Arab. Presiden Trump dalam rapat dewan Kennedy Center di Gedung Putih mengatakan bahwa serangan balasan Iran terhadap Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait merupakan kejutan. "Mereka (Iran) seharusnya tidak menyerang semua negara lain di Timur Tengah ini", katanya. "Tidak ada yang menduga itu. Kami terkejut". Pernyataan Trump tersebut mengikuti klaim pemerintahan lainnya yang belum didukung oleh laporan intelijen AS, seperti bahwa Iran akan segera memiliki rudal yang mampu menyerang wilayah AS dan bahwa mereka membutuhkan waktu dua hingga empat minggu untuk membuat bom nuklir dan kemudian akan menggunakannya. Iran juga telah menghentikan hampir semua pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang dilalui 20% pasokan minyak, menyebabkan harga energi global melonjak.
Bagikan Berita