Dolar AS kembali melemah ditengah risiko data ketenagakerjaan NFP yang akan dirilis di tengah kekosongan likuiditas pada 3 April bertepatan saat Hari Raya Jumat Agung (Paskah). Presiden AS Donald Trump dilaporkan terbuka untuk mengakhiri konflik Iran tanpa membuka kembali Selat Hormuz. Namun disisi lain Iran kembali menyerang dan membakar sebuah kapal tanker minyak mentah yang penuh muatan di lepas pantai Dubai, setelah Presiden Donald Trump memperingatkan akan menghancurkan pembangkit energi dan sumur minyak Iran jika tidak membuka Selat Hormuz. Serangan terhadap tanker Al-Salmi yang berbendera Kuwait adalah serangan terbaru terhadap kapal dagang oleh rudal atau drone udara dan laut yang meledak di Teluk dan Selat Hormuz sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Konflik yang berlangsung selama sebulan telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menewaskan ribuan orang, mengganggu pasokan energi, dan mengancam akan menjerumuskan ekonomi global. Harga minyak mentah sempat melonjak lagi setelah serangan terhadap kapal tanker tersebut, yang dapat membawa sekitar 2 juta barel minyak senilai lebih dari $200 juta dengan harga saat ini Kuwait Petroleum Corp, pemilik kapal, mengatakan serangan itu terjadi pada Selasa pagi, menyebabkan kebakaran dan kerusakan lambung kapal. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump bersedia mengakhiri serangan terhadap Iran tanpa memaksa pembukaan Selat Hormuz, menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya, sedikit menurunkan harga minyak mentah dalam perdagangan Asia tetapi hampir tidak mempengaruhi Dolar.
Bagikan Berita