News Photo

Panen Morning Bulletin Prime, Rabu 29 April 2026

Dolar kembali melemah setelah optimisme perundingan karena Iran akan memperbaiki proposal perundingannya dimana sebelumnya Dolar AS menguat karena investor menilai kebuntuan yang tampak dalam pembicaraan antara AS dan Iran serta serangkaian keputusan suku bunga bank sentral minggu ini. Trump tidak senang dengan tawaran Iran, Teheran akan merevisinya. Laporan media menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump tidak senang dengan proposal Iran yang akan mengakhiri konflik dua bulan mereka dan membuka kembali Selat Hormuz, tetapi menunda diskusi seputar ambisi nuklir Teheran ke tahap selanjutnya. CNN melaporkan bahwa mediator di Pakistan mengharapkan untuk menerima proposal yang direvisi dari Iran dalam beberapa hari ke depan, mengutip sumber yang dekat dengan proses mediasi. Trump sering mengatakan bahwa pemberantasan kemampuan nuklir Iran, khususnya aksesnya terhadap senjata nuklir, telah menjadi pendorong utama serangan gabungan AS-Israel yang diluncurkan pada akhir Februari. Karena alasan itu, Trump tidak senang dengan proposal tersebut, lapor Reuters, mengutip seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut. Harapan untuk kebangkitan kembali negosiasi perdamaian antara AS dan Iran terpukul pada akhir pekan, ketika Trump membatalkan pengiriman negosiatornya ke Pakistan untuk putaran pembicaraan baru. Pada hari Selasa, Trump mengatakan Iran telah memberi tahu AS bahwa mereka berada dalam "keadaan runtuh".

Baca selengkapnya...


Bagikan Berita

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan untuk bisnis Anda